Kajayaan Era Sir Matt Busby

tumblr_mfw2s4aYkq1s1bu84o1_500

Dia adalah Sir Alexander Matthew “Matt” Busby, seorang pria asal Skotlandia yang lahir pada 26 Mei 1909 adalah seorang  mantan pemain sepak bola yang kemudian menjelma menjadi manajer dan legenda Manchester United. Sebelum menjadi pelatih besar dan sukses di MU, ia adalah seorang mantan pemain klub yang menjadi rival abadi Manchester United yaitu Manchester City dan Liverpool. Selama membela Manchester City, dua kali Busby mengantarkan Manchester City ke final Piala FA dan memenangkan salah satunya. Setelah karir sepakbolanya terpotong oleh Perang Dunia Kedua, Matt Busby ditawarkan pekerjaan untuk menjadi asisten pelatih di Liverpool, namun manajemen Liverpool tidak ingin memberikan kendali tim padanya dan akhirnya pada tanggal 19 Februari 1945 ia menerimma tawaran pekerjaan dari Manchester United untuk mengisi kursi kepelatihan yang saat itu sedang kosong.

Pada tahun 1945, Matt Busby ditunjuk menjadi manager Manchester United, dan Matt Busby mengeluarkan permintaan yang luar biasa dalam gayanya melatih hingga Liverpool menolak kehadirannya karena hal ia minta adalah pekerjaa seorang direktur klub. Sir Matt Busby meminta bahwa ia akan memilih pemain yang akan direkrut, menentukan latihan para pemain sendiri, namun MU memberikan kesempatan itu kepada nya. Pertama, Busby tidak merekrut pemain, melainkan merekrut seorang asisten manager yang bernama Jimmy Murphy. Keputusan menunjuk Busby sebagai manager merupakan keputusan yang sangat tepat, Busby membayar kepercayaan para direksi klub dengan mengantar MU ke posisi kedua liga pada tahun 1947, 1948 dan 1949 dan memenangkan Piala FA pada tahun 1948. Stan Pearson, Jack Rowley, Allenby Chilton dan Charlie Mitten memiliki andil yang besar dalam pencapain Manchester United.

tumblr_mgv9anrM1c1s1bu84o1_500

Gambar 1. Squad Manchester United saat memenangkan European League 1968

Charlie Mitten pulang ke Colombia untuk mencari bayaran yang lebih baik, tetapi kemampuan pemain senior MU ini tidak menurun dan kembali meraih gelar Divisi Satu pada tahun 1952. Busby tahu, bahwa tim sepak bola tidak hanya membutuhkan pengalaman pemainnya, maka dia juga berpikir untuk memasukkan beberapa pemain muda. Pertama-tama Busby memasukkan pemain muda seperti Roger Byrne, Bill Foulkes, Mark Jones dan Dennis Viollet, membutuhkan waktu untuk menunjukkan kualitas pemain-pemain muda tersebut, akibatnya pada musim 1953 MU tergelincir ke posisi 8 klasemen, tetapi MU kembali memenangkan liga pada tahun 1956 dengan tim yang usia rata-rata pemainnya 22 tahun dan mencetak 103 gol. Kebijakan tentang pemain muda ini mengantarkan Matt Busby menjadi manager paling sukses menangani Manchester United (Pertangahan  1950-an, pertengahan akhir 1960-an dan 1990-an). Busby mempunyai pemain bertalenta tinggi yang bernama Duncan Edwards, pemuda asal Dudley, West Midlands ini memainkan debutnya pada umur 16 tahun di 1953. Edwards dikatakan dapat bermain di segala posisi dan banyak yang melihatnya bermain mengatakan bahwa ia adalah pemain terbaik. Musim berikutnya, 1956-1957, MU menang liga kembali dan mencapai final Piala FA, kalah dari Aston Villa. MU menjadi tim Inggris pertama yang ikut serta dalam kompetisi Piala Champions Eropa atas kebijakan FA. Musim lalu, FA membatalkan hak Chelsea untuk tampil di Piala Champions. MU dapat mencapai babak semi-final dan kemudian dikalahkan Real Madrid. Dalam perjalanannya menuju final MU juga mencatat kemenangan yang tetap menunjukkan bahwa MU adalah tim besar, mengalahkan tim juara Belgia, Anderlecht 10-0 di Maine Road.

tumblr_ll00m0KE321qcs3bmo1_500 (1)

Gambar 2. Matt Busby, how cool are you…!!!

It’s Called The Worst Ever Happened in Manchester United History (Munich, 1958)

Tragedi terjadi pada musim berikutnya (1958) ketika pesawat membawa rombongan tim pulang dari pertandingan Piala Champions Eropa mengalami kecelakaan saat mendarat di Munchen, Jerman untuk mengisi bahan bakar. Tragedi Munchen 1958 tanggal 6 Februari 1958 merenggut nyawa 8 pemain MU yakni, Geoff Bent, Roger Byrne, Eddie Colman, Duncan Edwards, Mark Jones, David Pegg, Tommy Taylor dan Liam “Billy” Whelan dan 15 penumpang lainnya termasuk beberapa staff MU yakni Walter Crickmer, Bert Whalley dan Tom Curry. Terjadi 2 kali pendaratan sebelum yang ketiga terjadi kesalahan fatal, yang disebabkan tidak stabilnya kecepatan pesawat karena adanya lumpur. Penjaga gawang MU Harry Gregg mempertahankan kesadaran saat kecelakaan itu di bawah ketakutan bahwa pesawat yang ditumpanginya akan meledak, ia menyelamatkan Bobby Charlton dan Dennis Viollet dengan mengencangkan sabuk pengamannya. Tujuh pemain MU meninggal dunia di tempat sedangkan Duncan Edwards tewas ketika perjalanan menuju rumah sakit. Sayap kanan Johnny Berry juga selamat dari kecelakaan itu, tetapi cedera membuat karir sepak bolanya berakhir cepat. Dokter Munchen mengatakan bahwa Matt Busby tidak memiliki banyak harapan, namun ia pulih dengan ajaibnya dan akhirnya keluar dari rumah sakit setelah dua bulan di rawat di rumah sakit.

the-munich-air-disaster

Gambar 2. Kecelakaan pesawat BEA di Munich, 6 Februari 1958

 Akibat dari kecelakaan maut tersebut, banyak rumor yang beredar jika MU akan mundur dari kompetisi Liga Champiions Eropa, namun Jimmy Murphy mengambil alih posisi manager Matt Busby yang sedang menjalani perawatan pasca kecelakaan pesawat di rumah sakit. Meskipun kehilangan beberapa pemain pentingnya, MU tetap berjuang dengan mental juaranya hingga menembus final Piala FA, namun di final dikalahkan oleh Bolton Wanderers. Akhir musim 1958, UEFA menawarkan FA untuk dapat mengirimkan MU dan juara liga Divisi Utama Wolverhampton Wanderers untuk berpartisipasi di Piala Champions untuk penghargaan kepada korban kecelakaan, namun FA menolaknya. Pada kompetisi Divisi Utama berikutnya MU terus menekan Wolverhampton Wanderers (Wolves) dan menyelesaikan liga di posisi kedua klasemen, dan ini tidaklah terlalu buruk untuk sebuah tim yang kehilangan Sembilan pemainnya

TheMunichAirDisasterManchesterUnite

Gambar 3.  “Soccer Horror”, the tragedy that they will never forget

akibat tragedy Munchen. Tragedi Munchen ini akan selalu diingat oleh seluruh pendukung MU, peristiwa tragis yang merupakan bagian dari sejarah perjalan MU hingga sekarang yang tak akan terlupakan, para Sembilan punggawa MU yang telah rela menjalankan tugasnya, dan takdir berkata lain. –Rest in Peace our Hero’s-

tumblr_ma2qqrU0Pz1r08x2no1_500

Gambar 4. Bobby Charlton, Denis Law, George Best and Matt Busby

Matt Busby membangun kembali tim di awal decade 60-an, membeli pemain seperti Denis Law dan Pat Crerand. Mungkin orang yang paling terkenal dari sejumlah pemain muda ini adalah pemuda yang berasal dari Belfast yang bernama George Best. Best memiliki keatlikan yang sangan langka. MU memenangkan piala FA tahun 1963, walaupun hanya finis di urutan 19 Divisi Utama. Keberhasilan di Piala FA membuat pemain menjadi termotivasi dan membuat klub terangkat pada posisi kedua di liga tahun 1964, dan memenangkan liga tahun 1965 dan 1967. MU memnangkan Piala Champions Eropa 1968, mengalahkan tim asuhan Eusebio S.L Benfica 4-1 dipertandingan final, yang menempatkan MU sebagai tim pertama yang memenangkan kompetisi ini. MU saat itu memiliki pemain terbaik eropa yaitu, Bobby Charlton, Denis Law dan George Best. Matt Busby mengundurkan diri pada tahun 1969 dan digantikan oleh pelatih tim cadangan Wilf Mc. Guinness.

The Season After Tragedy of February,6 1958 in Munich (1958 –  1986)

Setelah masa jaya dan selalu di hampiri piala, MU mengalami masa-masa sulit ketika sepeninggal Matt Busby dan digantikan oleh Wilf Mc. Guinness, finish diurutan delapan liga pada musim 1969-1970. Kemudian di mengawali musim 1970-1971 dengan buruk, sehingga Mc.Guinness kembali turun jabatan menjadi pelatih tim cadangan. Matt Busby kembali melatih United walaupun hanya 6 bulan, dibawah asuhannya MU kembali mendapat hasil yang lebih baik, namun pada akhirnya ia meninggalkan MU pada tahun 1971. Dan pada waktu itu MU kehilangan bebrapa pemain kunci seperti Nobby Stiles dan Pat Crerand.

wilf_mcguinness_64682

Gambar 5. Wilf Mc.Guiness (kiri) dan Matt Busby (kanan)

            Manager Celtic yang berhasil membawa Piala Liga Champions ke Glasgow, Jock Stein ditunjuk untuk mengisi posisi manager, Stein telah menyetujui kontrak secara verbal dengan MU, tetapi membatalkannya, kemudian Frank O’Farrel ditunjuk sebagai suksesor Busby. Sama seperti Mc.Guinness yang tak bertahan lama sebagai manager MU, O’Farrel juga tak bertahan lama menjadi suksesor Busby yakni hanya 18 bulan, bedanya hanya O’Farrel bereaksi untuk menanggulangi penampilan buruk MU dengan membawa muka baru ke dalam klub, yang paling nyata adalah direkrutnya Martin Buchan dari Aberdeen seharga 125,000 poundsterling. Tommy Docherty menjadi manager di akhir 1972. Docherty atau lebih dikelan dengan “Doc”, menyelamatkan United dari degradasi, namun MU terdegradasi pada 1974, yang saat itu trio andalan MU, George Best, Dennis Law dan Bobby Charlton telah meninggalkan MU. Denis Law pindah ke Manchester City pada musim panas 1973 ( WTF Denis L ). Pemain seperti Lou Macari, Stewart Houston dan Brian Greenhoff direkrut untuk menggantikan Best, Law dan Charlton namun tidak bisa mengangkat prestasi MU.

tommy-docherty

Gambar 6. George Best (kiri) dan Tommy Docherty (kanan), TD menjadi cara taker sebelum akhirnya MU terdegradasi dan kembali lagi ke Liga Utam Inggris dan memenangkan Piala FA 1977.

MU meraih promosi pasa tahun pertamanya bergelut di Divisi Dua, dengan peran besar pemain muda berbakat Steve Coppel yang bermain baik pada musim pertamanya bersama MU, bergabung dari Tranmere Rovers. MU mencapai Final Piala FA tahun 1976 tetapi mereka dikalahkan Southampton. MU mencapai final lagi tahun 1977 dan mengalahkan Liverpool 2-1. Sejalan dengan karirnya cemerlannya Docherty dipecat karena melakukan perselingkuhan dengan istri fisioterapi.

Dave Sexton menggantikan Docherty di musim panas 1977 dan membuat MU bermain lebih defensive. Gaya bermain ini tidak disukai oleh supporter, mereka lebih menyukai gaya menyerang Docherty dan Busby. Beberapa pemain dibeli Sexton seperti Joe Jordan, Gordon McQueen, Gary Bailey dan Ray Wilkins, namun tidak dapat membawa MU menembus jejeran papan atas Divisi Utama, hanya sekali finis di urutan ke dua dan hanya sekali lolos ke babak final Piala FA. Karena tidak satupun merai trofi, Sexton dipecat pada tahun 1981 walaupun ia telah memenangkan tujuh pertandingan terakhirnya sebelum ia dipecat.

ron atkinson

Gambar 7. Ron Atkinson, pelatih MU yang menggantikan Sexton pada tahun 1981

 Sexton digantikan manager flamboyant Ron Atkinson, ia memcahkan rekor transfer di Inggris dengan membeli Bryan Robson dari West Brom. Robson disebut-sebut merupakan pemain tengah terbaik sepeninggal Duncan Edwards. MU di bawah arahan Atkinson memiliki pemain baru seperti Jesper Olsen, Paul Mc.Grath dan Gordon Strachan yang bermain bersama Norman Whiteside dan Mark Hughes. MU memenangkan Piala FA 2 kali dalam 3 tahun, pada 1983 dan 1985 dan diunggulkan untuk memenangkan liga musim 1985-1986 setelah memenangkan 10 pertandingan liga pertamanya, membuka jarak 10 poin dengan saingan terdekatnya sampai October 1986. Penampilan MU kemudian menjadi buruk dan MU mengakhiri di urutan 4 klasemen. Hasil buruk MU terus berlanjut sampai akhir musim dan dengan hasil yang buruk yaitu diujung batas degradasi, pada November 1986 Atkinson dipecat. Setelah itu MU memasuki era Alex Ferguson yang menggantikan Atkinson pada tahun 1986.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s