Akhirnya Operasi Rekonstruksi ACL (Anterior Cruciate Ligament)

Hai, balik lagi ke blog gw dan kali ini bukan tentang traveling atau geosains, namun tentang hal yang sedikit membuat semangat hidup gw ada di titik terendah. Kejadian yang sedikit membuat gw sedikit menyesal dan ingin membalikan mundur waktu tiga puluh menit sebelum kejadian. Namun apapun itu, ini telah terjadi yang ada hanyalah hadapi kenyataan, berjuang dan bersemangat. Oke, kali ini gw akan bercerita tentang cedera lutut yang terjadi 1 bulan lebih yang lalu ketika pertandingan futsal di kompetisi salah satu organisasi di planet futsal (kawasan epicentrum) pada tanggal 23 April 2016. Gw coba mengurai cerita kejadian untuk sekedar berbagi tentang proses yang gw jalani sejak cedera hingga proses operasi. semoga temen-temen yang baca (yang sedang berkutat dengan cedera ACL) ada sesuatu yang bisa di petik dari cerita gw ini :D.

Sabtu, 23 April 2016

Pagi itu gw bangun sedikit lebih pagi dari biasanya karena gw juga salah satu panitia di kompetisi futsal itu dan mempersiapkan perlengkapan seperti rompi tim dan wasit untuk pertandingan nanti. Tak ada firasat buruk apapun ketika berangkat ke lapangan futsal itu. Gw bertemu dengan panitia lainnya untuk mempersiapkan venue dan kelengkapan pertandingan dan pukul 09.00 wib, pertandingan pertama di mulai dan kebetulan tim gw main pertama dan gw sendiri masih mempersiapkan beberapa kelengkapan pertandingan di lapangan sebelah. Pertandingan telah dimulai dan tim gw ketinggalan 2-0, tak banyak pemanasan yang gw lakukan disini, hanya sedikit stretching lutu dan lari kecil.

Babak ke dua dimulai, tim kami mulai ketinggalan lagi dan “petaka” itu pun terjadi, disaat gw melakukan man-marking tiba-tiba kaki kiri terpeleset dan ‘twisting’ yang gw rasa ada bunyi krek… krek…krek (3 kali) dan dan langit berubah menjadi hitam sekejap, perih dan nyeri menjadi satu, gw mati rasa, lutut kiri gw membesar akibat memar.  Gw mengerang kesakitan, umpatan-umpatan dan sesalan menyeringai  ke udara dan gw tau cedera ini akan berat. Gw menyeret badan gw ke pinggir lapangan dan di beri kompres es batu.

Pukul 10.30 wib diantar oleh Prihatin, Aldis dan Rifai ke Rumah Sakit di daerah Semanggi dekat Universitas Atma Jaya untuk melakukan x-ray, namun dari hasil x-ray tidak ditemukan adanya patah tulang ataupun retak pada pada betis kiri gw dan hanya diberikan obat inflamasi untuk meredakan pembengkakan. Dari rumah sakit itu, kami lanjut beranjak ke tukang urut tradisional di daerah Cilandak dan mungkin kalian sudah tau ini tukang urutnya siapa (cukup terkenal), disini kami bertiga (gw, Pri dan Aldis) melakukan pijat/pengobatan tradisional. Ketika nomer antrean gw mulai mendekat, dan duduk berhadapan dengan bapak terapis (dari logatnya orang sunda), ia bertanya, dek yang sakit yang mana? kejadiannya seperti apa? dan seketika dia berdiri mengangkat kaki kiri gw dan menekuknya hingga 145 derajat, perihhhhh.. sakit… klek…fiuuuhhh sakitnyaaa….. iya kata dia tempurung gw (patela) sedikit bergeser dan sudah dikembalikan keposisinya  semula.

Sesaat lutut gw di urut yang sakit nya minta ampun ahahaha

Sesaat setelah lutut gw di urut yang sakit nya minta ampun 

 

Trio FGMI (ki-ka), Aldis, Prihatin dan gw

Trio FGMI (ki-ka), Aldis, Prihatin dan gw

Sepanjang perjalanan hati kecil masih banyak bertanya, apakah emang tempurung lutut yang geser atau ada ligament yang putut… ahh.. sudahlah percaya dulu dengan pengobatan tradisional, toh cedera lutut kanan gw pernah sembuh di bapak itu (umpat gw dalam hati).

27 April 2016

Empat hari berselang setelah kejadian itu, lutut kiri gw masih bengkak, dan rencana gw hari ini adalah mencari tau apakah ada ligament gw yang bermasalah akibat kejadian Sabtu kemarin. Gw memutuskan kembali ke rumah sakit yang sama sebelumnya untuk melakukan scan MRI (Magnetic Resonance Imaging), namun untuk melakukan MRI harus mendapat surat rujukan dari dokter spesialis orthopedi (tulang), jadilah gw bertemu dengan dokter ortho di rumah sakit itu. Gw menjelaskan kronologi kejadiannya dan tak banyak yang ia beri tahu hanya surat untuk pengajuan MRI yang ia berikan, jadilah gw MRI yang kurang lebih 40 menit, untuk biaya MRI di rumah sakit itu Rp. 2,200,000,- dan untuk keluar hasil MRI dan konsultasi baru bisa dilakukan pada hari senin 2 Mei 2016.

Gambar ini di ambil 3 hari setelah kejadian itu

Gambar ini di ambil 3 hari setelah kejadian itu

2 Mei 2016

Pagi hari dengan menggunakan tongkat dan abang gojek gw ke rumah sakit bertemu dengan dokter orthopedi itu yang akan berdiskusi mengenai hasil MRI kemarin itu, dari hasil laporan MRI yang tertulis adalah ACL (Anterior Cruciate Ligament) gw rupture atau bisa dibilang putus, meniscus gw tear atau sobek dan saat baca hasil MRI, hari itu seakan hari kelabu tak ada ruang bagi gw untuk tersenyum melihat hasil MRI itu sebelum gw bertemu dengan dokter spesialis ortho. Setelah satu jam terduduk di dekat loket pengambilan hasil MRI, gw memberanikan untuk bertemu dengnnnya, ia melihat hasil MRI dan melakukan Lachman tes untuk melihat apakah benar ACL gw rupture atau tidak. Dari hasil tes klinis tersebut dia bilang jika ACL gw kemungkinan Partial Tear (atau sobek sedikit) dan meniscus (absorper lutut) gw yang sobek, dia menganjurkan untuk operasi meniscus yang bernilai kurang lebih 50 juta.

Namun gw urungkan niat itu setelah menghubungi orang tua di Bali dan menganjurkan untuk berobat tradisional di Bali yaitu urut (again!!). Dan keesokan harinya (Selasa 3 Mei 2016) gw pulang ke Bali.

Hasil MRI di lutut gw

Hasil MRI di lutut gw

3 Mei 2016

Pagi sekitar pukul 08.00 wita kami bersiap untuk ke tukang urut yang kata Ibu telah mengobati banyak orang patah tulang, gw note sekali lagi ia mengobati banyak orang patah tulang. Tukang urut berlokasi di desa Patemon atau kurang lebih 30 menit dari rumah gw di Lovina. Lokasinya cukup unik bagi yang pertama kali berkunjung untuk berobat, karena rumahnya terletak di belakang kuburan (tau sendiri kalo kuburan di Bali kaya mana) dan banyak patung-patung anggota Dewi Durga disana dari leak, buaya dll., hem… lumayan ‘artistik’ gumam gw dalam hati.

Antrian cukup panjang, namun tak butuh waktu terlalu lama untuk mendapat giliran untuk berobat karena waktu penanganan pasien kurang lebih 5 menit, jadi tak terlalu lama untuk menunggu . Masuk ke ruang terapi  bapak itu, auranya sedikit terasa dengan beberapa “pelangkiran” yang cukup besar di pojok ruangan. Ia mempersilahkan gw duduk, ia bertanya (gw translate ke bahasa indonesia) kaki yang mana sakit?, Kaki sebelah kiri pak, tiang (saya) maen bola dan lutut tiang keplintir… kata dia.. ohhh.. ragane (kamu) diem ya. Ia memegang lutut kiri gw dan merabanya, ini di dalemnya luka juga (kata tukang urut), saya perbaikin tulangnya ya. Ia tekuk lutut gw dengan kaki kanannya, ke dua tangannya ada di lutut (tepat di tempurung lutut) dan brek…brek… anjiii…iiirrr teriak gw, paaakkkkk sakiittttt… sampun gus (sebutan untuk mas di Singaraja).. uda selesai.. fiuhhhh…. rasanya sakit banget hampir sama seperti di Cilandak itu hahaha.

Suasana ketika urut di Patemon (Bali)

Suasana ketika urut di Patemon (Bali)

Kami  pulang ke rumah, sore hari sekitar pukul 5 sore gw coba berjalan tanpa bantuan tongkat … dan gw bisa jalan ..ahahha..hhaa… hem manjur juga si bapak itu. Namun sepertinya itu bukan akhir untuk cedera gw. Karena masih terbayang-bayang oleh hasil MRI dimana ACL gw rupture. Selang 10  hari dari pijet terakhir gw di Bali, gw kembali pulang ke Bali untuk urut ke dua kalinya, karena anjuran dari bapak tukang urutnya untuk kalo bisa bawa kesini lagi setelah 10 hari (7 Mei 2016).

Proses Menuju Operasi ACL 

Selama proses gw berobat tradisional hingga akhirnya gw memutuskan untuk melakukan operasi rekonstruksi ACL, sepanjang itu juga gw rutin mencari informasi tentang cedera lutut dan bertanya kepada sahabat gw di Bali yaitu Yuris yang kebetulan sedang mengambil spesialis orthophedi di Udayana. Selain itu youtube, googling tentang ACL dan pemain-pemain sepak bola yang terkena cedera ACL dan juga yang paling sangat membantu gw untuk memutuskan untuk operasi adalah salah satu forum di kaskus yang berisi temen-temen yang sudah dan sedang terkena cedera lutut. Dari sana gw banyak membaca bagaimana operasinya, metode operasi, dokter ahli lutut, pasca operasi, biaya operasi dll. Hingga dalam suatu kesimpulan memutuskan untuk konsultasi ke salah satu dokter spesialis orthopedi yang paling sering disebutkan namanya di forum yaitu dr. L. Andre Pontoh SpOT., yang bertugas di Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI).

25 Mei 2016

Jadilah gw siang itu dari kantor mencoba membuka situs jakarta knee center http://www.jakarta-knee-center.com/ yang ada di RSPI. Pelayanan Jakarta Knee Center (JKC) sangat ramah, gw bertanya tentang keluhan dan menjelaskan kronologi kejadiannya, dan perawat menyarankan untuk langsung konsultasi dengan dr. Andre, ternyata jadwal konsultasi baru bisa tanggal 17 Juni 2016, dan hebatnya untuk konsultasi dan operasi dengan dr. Andre harus antri, terkadang kata mbak perawat, biasanya dalam satu bulan sudah full booked jadi kalo daftar sekarang baru bisa bulan depan atau minggu depan setelah telpon. Gw ga keabisan akal, berbekal saran dari temen-temen di kaskus, gw lobi jika ada yang tidak bisa konsultasi bisa selipin nama gw sebagai penggantinya. Dan ternyata bisa, hari Jumat tanggal 27 Mei 2016 gw di telpon pihak JKC jika bisa tanggal 28 Mei 2016 untuk konsul dengan dr. Andre, terima kasiiihh banyak mbak ..hehe..

28 Mei 2016

Sabtu itu gw janjian dengan dr. Andre jam 12.00 siang, pastikan kalo jam 10-an uda di RSPI untuk pengurusan pendaftaran dll. Rumah Sakit Pondok Indah mungkin sama seperti rumah sakit lainnya di Jakarta, tampak luarnya tidak terlalu waah sekali, dan parkir motor ada di basement 3, muter-muter ampe pusing haha. Masuk ke RSPI sepertinya hal baru yang gw temuin jika dibanding dengan RS lainnya di Jakarta. Bukan masalah design interior atau apa namun sistem informasi baik dari pendaftaran pasien di resepsionis yang terhubung dengan bagian lainnya, jadi semua terhubung secara online bagitu juga ketika gw persiapan laboratorium dll. Hasilnya paperless, hasil laboratorium online dll., oke gw salut dengan sistemnya.

Setelah mengurus pendaftaran dll. Gw ditemenin si Putty, seorang “artis” yang katanya lagi banyak yang panggil untuk wawancara dan photo, njirrr… boong kali dia yak hahaha.. peace put. Di ruang tunggu yang nyaman itu, ada sekitar 10 pasien dari beragam usia, dari yang muda (gw) sampe yang tua. Dari hasil obrol-obrol tetangga, ibu-ibu yang periksa ke dr. Andre kebanyakan punya masalah degan meniscus nya atau tandalan yang berfungsi sebagai absorber tulang di lutut kita. Beruntungnya gw hari itu ketemu dengan orang yang udah operasi ACL dua tahun yang lalu, di acerita tentang operasi dan cedera yang dia rasa ketika main basket. He has strong mentality I guess…..

Tiba giliran nama gw dipanggil (waktu itu sekitar pukul 13.30 wib) , masuk ke ruangan dr. Andre yang nyaman. Hasil MRI sudah terpampang tersinari lampu, mungkin dr. Andre sudah melihat hasil MRI terlebih dahulu sebelum gw masuk ke ruangannya.

Ia meminta gw untuk bercerita dan dengan sabar mendegarkan carita dan hal apa saja yang uda gw lakuin untuk menangani cedera ini dari urut di Cilandak, ke dr ortho di rs deket Semanggi itu sampe urut lagi di Bali. Oke, now he’s turn. Kamu rebahan dulu, lutut kiri kan, ia bertanya … Iya dok, jawab gw. Dia melakukan Lachman test lagi, dan sembari tersenyum dia bilang ACL kamu fixed putus dek. Jleeeebbb.. hati gw perih, namun gw uda mempersiapkan memang hasil terburuk untuk siang ini. Berikut sedikit percakapan setelahnya..

Gw         :Oke, kemudian dok?

Dokter  : Jika kamu ga masalah dengan cederamu, ini tidak dioperasi tak masalah kok, ini bukan operasi yang punya urgensi.

Gw         :  Hem namun apa yang terjadi kalo saya ga operasi dok?

Dokter : Jika kamu tidak operasi kamu ga bisa olahraga high impact seperti sepak bola, futsal, naik gunung dll. Karena nanti lutut km tidak stabil. Dan untuk jangka panjang kamu akan mengalami penipisan meniscus, hemmm (ini yang gw denger waktu itu, semoga tidak salah ketik hehe).

Gw         : Jika di operasi dok? Operasinya seperti apa? Butuh berapa lama operasinya? Pasca operasi seperti apa dok dan apa masih bisa main bola dan naik gunung lagi dok?

Dokter : Jika dioperasi, nanti kamu bisa olahraga high impact lagi setelah nanti fisioterapi kurang lebih 8 bulan jika rehabilitasi bener bisa kembali olahraga futsal. Untuk operasi kurang lebih 1 jam-an aja kok, dengan metode double bundle bukan single bundle, dan nanti tulang lutut akan di bor menggunakan plastik bukan titanium, karena jika titanium jika sedang berada di tempat dingin lutut akan ngilu, namun jika yang plastik akan menyatu dengan tulang nantinya.

Gw         : Oke dok, saya pikir-pikir dulu ya dok,

*untuk harga gw belum tanya, namun setelah konsultasi gw menanyakan rincian kisaran harga operasi yang sekitar 75 jt untuk kelas 3 dan 79 jt untuk kelas 2.  (Hari senin harga naik hahahaaha)

Siang itu menjadi jawaban atas semua yang gw cari selama ini, apakah ACL gw putus atau tidak, perlu operasi atau tidak dan akhirnya gw memutuskan untuk operasi lutut ini. Iya, karena gw suka hobby gw, karena gw cinta apa yang gw lakukan selama ini, karena gw cinta sepak bola, cinta berpetualang dan gw ingin itu kembali. Dan senin esok gw akan coba untuk berdiskusi dengan kantor mengenai asuransi dll. Semoga bisa 😀 . Thanks Putty uda nemenin hari ini, dia adalah “miss” Mentawai 2015-2016 sebagai penerang energi terbarukan di Mentawai.. (nih gw sponsorin put biar laku hahahah).

Gambar kiri lutut gw yang ACL putus, gambar kanan ACL normal dengan menggunakan MRI

Gambar kiri lutut gw yang ACL putus, gambar kanan ACL normal dengan menggunakan MRI

Senin pagi itu permohonan gw disetujui atasan, jika nanti operasi ada kelebihan atau excess akan ditalangi terlebih dahulu dimana sisanya nanti gw bayar hehe… dan setelah gw telpon JKC gw bisa dapet jadwal operasi di tanggal 7 Juni 2016, yeaahhh… antara semangat dan deg-degan :D.

7 Juni 2016

Semalam gw susah tidur karena kepikiran hari ini mau operasi, harus puasa dari jam 8 pagi hingga operasi nanti. Pagi itu abang gojek sudah menunggu di depan kosan, tas gendong yang isinya laptop, 1 baju, 1 cd dan hasil MRI. Pagi jalan tak terlalu macet dan hari pertama puasa, langit cerah mentari menyambut semua umat manusia untuk bersemangat menjalani hari senin yang penuh harapan.

Pukul 07.20 wib gw sampai di RSPI yang sehari sebelumnya telah dikonfirmasi untuk jadwal operasi hari ini. Setelah mengurus pendaftaran kamar dan gw diantar menuju kamar opnam di kelas 3. Masih ada sekitar 7 jam sebelum operasi. Di kelas 3 ini terdapat 6 bangsal dan AC yang dingin, semua bangsal di sini otomatis, tinggal pencet kalo mau naikin di bagian leher, kaki dll. Haha…

Pukul 15.20 wib, seorang perawat membangunkan gw, Pak I Putu Ary… pak, yuk operasi nya sudah siap. Gw menggosok mata dan terdiam sejenak, apa mbak? Operasi sudah siap pak.. boleh saya ukur tensi dulu… pikiran masih kosong karena dibangunkan tiba-tiba oleh perawat tadi. Berpindah dari ruangan menuju ruangan operasi dimana kita harus ganti baju terlebih dahulu dengan baju model kimono dengan ikatan di belakang (punggung). Di ruangan operasi di bagi menjadi 3 bagian, yang pertama adalah ruang persiapan, ruang operasi dan ruang pemulihan. Pertama gw di bawa ke ruang persiapan, dimana disini diberikan lagi antibiotik (gw ga tau jenisnya apa) dan beberapa kali kebelet ke toilet untuk buang air kecil hingga sebelum gw masuk ke ruangan operasi hehe.. (mungkin karena deg-degan ya).

Gw terbaring di bangsal dorong itu ketika perawat membawa gw menuju ruang operasi. Ruang operasi yang bersih dengan lampu-lampu sorot (gw lupa mereknya) yang besar, sebuah monitor merk Philips yang terintegrasi dengan alat kesehatannya seperti pengukur detak jantung, pengukur tensi otomatis (yang terkadang anginnya kebanyakan sampe lengan gw sakit hahaa). Ditambah nyaman karena ada speakernya yang menyetel musik Beyonce.

Satu persatu orang masuk ke ruang operasi, yang gw inget adalah dr anestesi yang beberapa hari sebelumnya bertemu untuk liat hasil lab darah dan thorax. Dr. Andre datang kemudian beserta asistennya. Mas Putu sudah siap? Sudah bu… bentar lagi tidur yaa… ia menyuntikkan dua kali bius total dan mata mulai kabur dan gw ga inget apa-apa lagi hingga terbangun sekitar pukul 19.30 wib dengan kepala pusing, mata ngantuk dan badan lemas, hanya suara sayup yang memanggil nama gw dan orang-orang yang lalulalang di ruang pemulihan.

Yang pertama gw liat adalah lutut kiri gw yang berbalut brace dan perban hingga ankle, dan meraba-raba bagian bawah, sial gw ternyata ga pake celana,,, Cuma pake cd doang hahaa… dan tertidur lagi.. hingga terbangun di ruang perawatan (kamar opnam) lagi. Apa yang gw rasain selesai operasi, pertama badan lemes banget, mata ngantuk, mual dan males makan. Hari ini siapa yang jenguk ya? Dan ga lupa berkabar ke orang tua di rumah jika operasinya sudah lancar dan sudah selesai, dan mengabarkan jika gw baik-baik aja kok ;D.

Halooo .. I'm Okay :D

Halooo .. I’m Okay 😀

Malam berlalu menggegaskan esok, dini hari tadi Doddy dan Rifai datang (sorry gw lemes banget), gw ga tau gimana caranya dua anak “kholbu” itu bisa masuk membawa sate ayam dan beberapa botol aqua. Thanks mate… kalian baik sekali :D.

Sampai disini cerita gw dari cedera sampe operasi ACL (Anterior Cruciate Ligament) di RSPI Jakarta Selatan. Ucapan terimakasih kepada keluarga di rumah, keluarga di jakarta Pak de,Bu de, Ka Riya, Ko Jimmy dan dua anaknya yang lucu itu 😀 yang selama seminggu gw dilayani seperti saudara sendiri, sahabat-sahabat GDA (Doddy,Fai, Octavika, Gendhy, Mas Ali), mbak nini dan semesta yang selalu baik kepada umatnya. Buat temen-temen yang punya cedera yang sama, ini bukan akhir namun baru saja dimulai. Hidup kita perjuangan jangan pernah menyerah 😀

Advertisements

29 thoughts on “Akhirnya Operasi Rekonstruksi ACL (Anterior Cruciate Ligament)

  1. mas bisa cerita sekarang stelah oprasi sudaah normal belum? harus pakai penyangg lutut dulu ya? ada efek sampingnya gk ? mkasih

    • Hai mas toni, saya baru balas. Baru tau wordpress saya mati di hp.
      Setelah operasi 1 minggu setelahnya saya sudah bisa jalan. 1 bulan setelahnya saya sudah bisa bawa motor laki. Dan 4 bulan saya coba jogging pelan2.

      Efek samping mungkin ngilu di lutut paa lari. Munkin setelah 7-8 bulan ngilu akan hilang.

      Kamu acl juga??

  2. Sore pak putu. Senang berkenalan dg anda. Ngomng2 gimna kabarnya pasca operasi. ?? Udh enakan kan??

    Btw. Ni aq jg lg antri operasi acl. Di solo pak putu. Saling berdoa aja semua baik2 saja ya..

    Senang kalo bisa lanjut ngobrol lewat Wa kalo ndak keberatan. No aku. 085 645 750 777. Mkasih sblmnya

  3. Hai mas putu, terimakasih atas sharing tentang pengalamanny. Saya juga mengalami rupture acl, baru kmrn tanggal 19 okt operasi dengan dr. Andre di rs fatmawati. Mas putu menjawa 1 bulan sudah bisa bawa motor, apakah itu sudah dengan tidak memakai brace lagi?dan setelah berapa bulan lutut mulai terasa kuat lagi?

  4. Hallo Mas Putu, saya penasaran apakah sampai saat ini lutut mas sudah normal kembali? Karena saya juga pernah cidera lutut dan sampai saat ini belum saya apa2 kan.

    • hai mas santo, maaf saya baru balas. Sekarang saya sudah masuk di bulan ke 7 sejak operasi ACL, sementara saya cidera tanggal 23 Mei 2016. Dan sejauh ini hal saya merasakan banyak peningkatan saat recovery, terutama untuk bagian paha kiri saya yang cidera. Dan, saya pelan-pelan menghilangkan trauma akan cidera lutut saya mas, di bulan ke 4 samapai ke 5 saya sudah mulai untuk jogging di treadmill ataupun outdoor. Kemudian saya mulai untuk kembali main futsal dan bola besar (namun ini agak hati2), kembali untuk latian passing bola, dribbling dll dan juga sudah mulai untuk naik gunung (Gunung Gede).

      Yah, hal yang terberat sebenearnya adalah pasca operasi, karena mental kita dilatih untuk tidak menyerah menghadapi proses dan latian di lutut kita ini hehe..

      hemm kalo boleh tau mas lututnya cidera apa ya? untuk cidera lutut ada beberapa mungkin ya mas mungkin bisa kena Meniscus, atau ACL, PCL, MCL atau LCL nya.. secara umum kalo saya liat kebanyakan yang kena saat cidera (biasanya jatuh sendiri pada saat olahraga) adalah ACL baik itu putus total ataupun sobek (Andik Vermansyah ACL nya sobek di leg pertama lawan Thailand). Mungkin saran saya , lutut mas diperiksakan terlebih dahulu, dan untuk meminimalisir resiko, jangan di bawa ke tukang urut mas karena jika ligament putus atau sobek malah menurut saya bahaya untuk di urut.

      salam
      wijayaryputu

      • Sore mas putu…
        Maap nimbrung d sni.
        Mas saya hbis operasi ACL 6 mnggu yg lalu.ACL sya robek parah.jdi di ganti ACL KW SUPER (MADE IN CHINA ) ceritanya skrg bukn buatan TUHAN lg.
        Mas ganti ACL jg kah???
        Mas fisiotherapy???boleh saya tau latihan apa saja yg mas lakukan?

      • Sore mas haanifei,
        Salam kenal.
        Saya ganti ACl juga lake gagt dari hamstring.

        Boleh mas silahkan Whatsapp saya di 085238603046

  5. Mas putu maaf mau tanya biaya total acl di rspi itu 79 udah semuanya mas? Maaf ni kita lagi stress suami kena acl sama meniscus tear di rs suami saya berobat kena hampir 100 juta

  6. Semangat kawan aku juga baru ngalami operasi ACL

    • Gmn cara pemulihannya mas setelah operasi? Ini aku msh 2bulan memar trus dan ternyata setelah diperiksa acara cairannya, Apakah mas setelah operasi acl pernah bengkak ada cairannya

      • Hai, maaf baru balas..
        hemm ini sudah operasi yaa? mas minta aja omernya yaa..
        nanti aku masukan ke group whatapp anak2 ACL,,,

        itu cairan meniscus ya mas?

        aku pemulihannya pelan2,
        setelah opoerasi belajar jalan, angkat beban dll.

  7. Sore mas,
    Saya juga hobi bola mas. Sampai usia 38 masih main di club posisi striker.
    Kejadiannya 2 bulan lalu, pada saat sprin kejar bola umpan throwpass, tiba2 jatuh. Stress saya. Ngebayangin harus gantung sepatu.
    Minggu lalu saya MRI di mitra keluarga Gading.
    Hasilnya ACL putus dan jika masih mau olahraga high impac lagi harus operasi 😦
    Biaya disana 97 juta.
    Ada info RS yg aga terjangkau biayanya?
    Mohon masukannya.
    Jika ada grup ACL boleh saya diinvite di
    0818874604

  8. cerita mas hampir 100% seperti apa yg saya lakukan.. begini cerita nya mas.. jadi saya bermain futsal bersama teman2 saya, saya berebut bola hingga lutut kanan saya berputar 90 derajat dan terdengar suara “krek” yg kencang.. keesokan hari nya saya ke tukang patah tulang yg terkenal di bintaro, yang bilangnya tempurung lutut kanan saya bergeser.. lalu sebulan kemudian belum sembuh dan dianjurkan oleh om saya untuk periksa mri di rs. lalu saya periksa mri di rspb yg hasilnya positif acl rupture dan meniskus. dokter bilang ada kemungkinan bahwa acl saya hanya putus setengah, tapi saya harus menunggu 2 bulan lagi (april) untuk mengetest (lari sprint) apakah acl putus total atau sebagian.. #justsharing

    • Hai,
      salam kenal sebelumnya, yap emang kalo kena acl lutut kita kerasa bunyi krek., ada yang sekali, ada juga yang dua atau tiga kali krek … krek.. krek 😀 .
      wahh .. itu sebenernya kalo di bawa ke urut sepengalaman saya, adalah hal yang mungkin saya pribadi menganggap itu salah. saya tidak tau jika hal ini saya ceritakan ke tukang urut itu sendiri, mungkin dia akan punya pandangan sendiri, jika ACL itu ga akan bisa nyatu walau di urut dengan metode apapun. Salah satunya jalan ya operasi, apalagi jika meniscusny ikut robek.

      Untuk dia setengah atau total rupture, salah satu tes mudahnya adalah dengan tes lachman, bisa diliat apakah lututnya itu gerak atau enggak, stabil atau tidak. Sebeneranya kalo tes dengan berdiri degnan satu kaki, sepengalaman saya bisa cek itu stabil atau tidak. Jika pututs total, di lachman test, pasti lutut nya akan maju-mundur 😀 , coba saja hehe..

      Jika kondisinya putut sebagian terbatung grade berapa (kata dokter), partial atau full. Jika partial, dan diperkirakan acl nya bisa/mampu mungkin tidak operasi, namun meniscus nya mas itu kemungkinnan perlu di operasi karena sobek. Untuk acl sendiri, mungkin nanti akan diberikan latian oleh fisioterapi untu penguatan quadrisep, hamstring dll, khususnya otot paha.

      mungkinn itu saja yang bisa saya bagi juga. .

      salam.

      • makasih.. senang dengan penglaman mas yg sama seperti saya.. maksudnya saya tidak sendiri dengan pengalaman seperti ini.. salam kenal mas

  9. siang Bli Putu,
    kebetulan teman sepermainan mengalami cedera ACL pada sewaktu kita bermain badminton. kejadiannya sekitaran 2 s/d 3 bulan lalu, ketika pertama kali teman saya jatuh kita pikir hanya cedera biasa. setelah dua minggu berselang dia ikut bermain lagi(mungkin sudah enakan setelah diurut) dan setelah itupun dia merasakan sakit dan lemas yg menyerang lututnya. puncaknya adalah jumat 31 maret 2017 seminggu lalu. ketika sedang bermain badminton tiba-tiba dia jatuh dan rasa sakitnya lebih dari yang kemarin. sudah sekitar 4x dia mengalami hal tersebut termasuk hal yang pertama. dan setiap mengalami hal tsbt dia sll datang ke tukang urut.
    dan sekarang 6 Maret 2017 dia sedang coba mendapatkan surat rujukan untuk MRI di rumah sakit daerah kami tinggal Tangerang.
    mohon doanya untuk teman saya,
    apa teman saya boleh utk berbagi pengalaman dengan Bli Putu via WA ?.

    terima kasih.

    • *ralat* 6 Maret 2017 seharusnya 6 April 2017.

    • Halo mas salam kenal.
      Pertama turut berduka dengan cidera temannya. Dan setelah saya baca tulisan mas saya ga kaget dengan ceritanya. Karena beberapa orang dengan cidera ACL melakukan hal yang sama. Urut kemudian enakan dan lanjut lagi. Hasilnya, lutut tak stabil dan ketika high impact sport, kena lagi mungkin akan kena meniscus atau bahkan PCL.

      Saran saya untuk teman mas, lakukan MRI, stop dahulu olahraga high impact. Silahkan WA saya, dengan senang hati saya berbagi

      Salam lutut sehat

  10. Pagi kakak kakak. Saya mantan pemAin bola dan saya skarang menjadi penikmat putus acl sudah 2th lebih. Bila tidak di operasi,apakah bahaya untuk masa tua nanti??

    • Pagi mas….
      Bahaya tidak nya bergantung aktivitas yang mas lakukan. Jika mas sekarang sudah usia 50 tahunan, tidak operasi tidak apa apa karena aktivitas ketika di usia itu sudah tidak banyak untuk high impact.

      Namun jika usia produktif dan mas masi aktivitas high impact sebaiknya di operasi. Namun jika tidak operasi, stop olahraga high impact mas, perbanyak latian penguatan lutut namun hati2 (coba berkunjung ke fisioterapi).
      Dan jaga berat badan, karena semakin naik berat badan maka lutut yang tidak cidera akan menyangga lebih banyak beban yang lebih banyak. Maka secara tidak langsung meniscus akan bekerja lebih banyak, dan ada kemungkinan menipis.

  11. Trimakasih mas putu atas saran dan masukannya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s