[ACL Story] Tour Sepak Bola ke Tegal

Hai balik lagi ke blog gw dan kemalasan menulis ini emang penyakit ya, mungkin temen-temen yang lagi skripsi atau yang blogging juga pernah menemui hal yang sama kaya gw. Seolah olah jari yang sudah di atas keyboard ini terasa kaku menekan tuts yang ada adalah menonton youtube. Oya, mohon maaf gw malah ngomel sama diri sendiri ya, but kali ini gw mencoba sharing jika kemarin pertama kali pasca operasi ACL touring main bola dari Jakarta ke Tegal (man jauh amat hahaha). Cerita kembali setelah operasi gw mulai main futsal dan sepak bola lagi dan gw dikenalkan kawan gw ke sebuah klub di daerah Tebet yang latian setiap hari minggu jam 10.00 wib, dan cukup membuat gw betah karena kekeluargaannya itu. Ketika gw masuk gw kaya anak SD baru masuk sekolahan, kawan yang kenal cuman satu, dikenalkan satu2 dan enaknya disini beragam jenis latar belakang, selang dua minggu latihan mereka ada jadwal untuk tour latih tanding ke Tegal (man gw seneng banget) jadinya gw ikutan tour tersebut.

Gengs Berteduh Mencegah Kulit Menghitam

Apa sih yang lo rasain ketika pertama lagi main sepak bola lapangan besar? mungkin itu yang ada di benak temen-temen yang nayain gw kok masih main bola lagi. Wah enak banget, pertama ketika nyium aroma lapangan rumput, dribbling bola wahh itu ga bisa dijelasin deh (walaupun gw bukan pemain semi-pro, but hobby main sepakbola). Cuman ada beberapa hal yang kadang membuat gw trauma, misal kalo lagi dribbling bola ada pressure dari belakang dan tiba-tiba dia tackle (kadang gw kesel nih kalo kaya gini) dan kalo lagi sepak pojok ini menurut gw kondisi agak “berbahaya” karena kita loncat dan ga tau kalo ada orang misal dari depan/belakang/samping yang bisa loncat dan dorong kita sehingga tumpuan kita salah lagi, nah itu terkadang ada rasa sedikit trauma. Cara menghilangkannya? latian terus :D.

Balik tour Tegal, berangkat dari Jakarta (lapangan Tebet) malam itu Jumat pukul 22.30 wib, ceritanya sih biar menghindari macet, tapi gilak banget malam itu 2-3 jam perjalanan, mata gw uda merem melek merem lagi masih di stasiun Bekasi dan baru tau kalo berita siang tadi kalo Pintu Tol Karawang Barat ditutup, jadi ada penumpukan di tol Cikampek, mana ada pembangunan LRT plus elevated tol, ya sudah makin menjadi. Malam itu tim kita berangkat dengan 16 orang, dengan 3 mobil dan dua orang kawan sudah ada di Tegal (dirumahnya), skip skip .. kita tiba tiba Tegal kira-kira jam 6.00 wib di hari Sabtu, dan istirahat di rumah Mas Udin. Kebetulan Mas Udin adalah salah satu bagian tim kita yang asalnya dari Tegal, dan akan melanjutkan perjalanan ke arah Timur Laut untuk pertandingan yang terlebih dahulu bertemu dengan Mas Latief untuk menuju lapangannya.

Nyendok Kuah (Arif), Kupluk Biru (Deni)

Kiri-Kanan (Kinoy, Deni, Arif, Udin)

Tegal sebuah kabupaten yang terkenal dengan warteg-nya (warung tegal) dan akses bahasa jawa ngapaknya, tidak banyak yang gw tau tentang Tegal dan belakangan gw tau terkenal ikan asin sama telur asinnya. Tegal ini sungguh panas, ya karena posisinya tak jauh dari bibir pantai, sehingga terik dan hawanya sungguh humid. Keluarga Mas Udin ini sungguh baik, kita dijamu dengan sangat baik, dan ini yang gw nyaman berada diantara mereka, canda dan tawa selalu ada disetiap perbincangan. Sekitar jam 13.00 wib kita bergegas untuk menuju rumah Mas Latief (gw lupa nama kampungnya) menuju selatan ke dataran tinggi di lereng Gunung Slamet, butuh 2 jam dari rumah Mas Latief sampai ke lapangan tempat kita bertanding, gw kira ini uda tersesat entah kemana, karena dari GPS ini uda mau masuk ke arah Pemalang, man ini mau maen dimana sih sebenernya. haha.. hingga kami sampai kira-kira menjelang pukul 16.30 wib, mungkin terlalu sore.

Berdiri : Udin, WakWaw, Arif, Bos, Roso, Sapto Jongkok : Bang Andi, Achiel, Tyo, Ade, Minto

 

 

Sampai dilapangan melihat calon lawan kita sudah pemanasan dan berseragam lengkap, lapangannya tidak terlalu jelek, terlihat datar dan rumput juga sedikit baik, di gawang ga ada jaringnya, sebelah kiri lapangan ada sekolah SD, sebelah utara lapangan ada warung kecil dan rumah, sebelah selatan ada ladang dan pohon-pohon besar (untuk ga ada sungainya). Babak pertama dimulai, gw yang masih sedikit “car lag” main di babak kedua, karena gw merasa badan gw ringan banget dan kepala sedikit pusing. Babak pertama berjalan cukup “seru” sedikit peluang dari tim gw dan berakhir imbang tanpa gol di babak pertama. Lanjut ke babak ke dua, beberapa pergantian pemain dilakukan termasuk gw ikutan main hahaha… kiper juga ganti, wing back, tengah dll, wasit juga ganti hahahaha. Posisi gw adalah di tengah, bisa sebagai DMF atau AMF tergantung permintaan hahaha. Pertandingan berjalan lancar, mereka begitu menguasai lapangan (karena di babak ini, lapangan ke arah tim gw miring, jadi mereka lebih tau kondisi lapangan, sementara kalo gw nyerang lapangannya nanjak haha), agak sengit sih mainnya babak kedua ini, gol pertama dari tim kita dicetak Mas Latief dan selangnya tendangan bebas melengkung dikit mengecoh penjaga gawang sehingga bola masuk ke gawang dan menuju warung (karena ga ada jaring).

 

Tamasya ke Guciย 

“Peluit” berakhirnya pertandingan kemarin agak sedikit beda, antara peluit dan adzan maghrib :D, yak ketika mentari sudah mulai menuju peristirahatannya dan malam mulai bangkit dan adzan tanda magrhib berkumandang, pertandingan masi berlangsung karena tim lawan setidaknya ingin mencetak satu gol saja :D, sit…. sitt… adzan sit… waaaahh terdengar teriakan samar-samar bahwa pertandingan “harus” berakhir dengan segera, pertandingan ditutup dengan skor akhir 2-0 untuk kemenangan tim kami yeaayyy…. Selanjutnya perjalanan berlanjut ke Guci.

Malam ini kami akan bermalam di Guci, sebuah obyek wisata air panas (hot spring) yang terletak di lereng Gunung Slamet, kurang lebih 1.5 jam perjalanan dari lapangan tempat kita bertanding menuju Guci. Banyak cerita di mobil menuju Guci, soal pertandingan tadi, dari tackle dan beberapa insiden di lapangan, lucu sih kalo ingat-ingat pertandingan tadi itu, sangat epic. Oya, di Guci kita akan bermalam di sebuah Villa (rumah warga yang disewakan), dan kegiatannya adalah berendam dan esok harinya akan bermain bola disekitar sana (jika ada lapangan).

Guci ini mirip sama suasana Puncak atau Lembang, udara dingin dan banyak villa, oya juga jalur pendakian ke Gunung Slamet (tiba-tiba pengen ndaki). Yang seru disini mungkin pemandian air panasnya, ada yang gratis dan bayar Rp. 15,000. Tau ndiri kan kalo yang gratis pasti ramai, tapi malam itu tidak terlalu ramai mungkin sudah terlalu malam, jadi kami menikmati sekali malam itu berendam air panas setelah bertanding. Nikmat sekali, otot-otot tadi yang setelah berlari kesana kemarin, menjadi rileks kembali setelah berendam. Malam itu menjadi malam pertama gw merasakan tour main bola setelah beberapa tahun dimana terakhir gw tour sepak bola ketika masih kuliah.

Langit Guci yang cerah menyerbak bintang indahnya, kerlap kerlipnya memberi pesan kepada kami untuk nikmatilah malam ini bersama ‘keluarga’ kalian disini, karena esok hari belum tentu kebahagiaan yang sama akan kalian dapatkan di kesempatan ini. Ciao…

 

 

 

Advertisements

OPERASI ACL PAKE BPJS?? KENAPA TIDAK.

Hai, kembali lagi keย blog gw, udah kurang lebih 3 bulan dari tulisan gw terakhir, karena akhir2 ini lagi banyak kerjaan dan lagi males nulis. Oya, judul kali ini enggak biasa dari yang biasanya, yang sebenanya gw angkat karena banyaknya pertanyaan di group diskusi Whatapp mengenai bagaimana jika operasi ACL menggunakan BPJS. Oya, apakah BPJS bisa? itu pertanyaan.. hemm tentu saja bisa. Apa sih itu BPJS ? iya BPJS merupakan badan penyelenggara jaminan sosial yang dibentuk pemerintah untuk memberikan jaminan kesehatan untuk masyarakat, yang merupakan salah satu program pemerintah. Operasi Anterior Cruciate Ligament (ACL) itu sangat “mahal” (bagi kebanyakan orang) kareana hingga menyentuh 120 juta (kasus teman di group whatsapp), nah terus ketika kita tidak ada biaya, pupuslah harapan kita yang ingin lagi untuk berolahraga high impact :(.

Okay, disini gw akan sharing-sharing tulisan mengenai bagaimana operasi ACL dengan fasilitas BPJS, dimana tulisan ini adala resume dari Mbak Rahayu (Semarang) yang melakukan operasi ACL dengan BPJS.

Pengalaman sy pake BPJS

Jd ceritanya sy jatuh di jumat siang, dan sore hari baru dibawa ke IGD krn sblm nya nyoba tukuang urut dlu. Sy pikir hnya keseleo. Smpe sore, angkel kiri sy makin bengkak dan lutut kiri makin bengkak dan hampir tdk kuat sy gerak kan. Apa lg utk ngangkat, goyang dikit aja duuh sakitnya amit dah. Bgtu liat kaki sy yg bengkak, dokter IGD langsung merujuk sy utk foto ronsen. Hasilnya sy ada fraktur di ujung tulang tibia tepat di persendian lutut. Dikasih obat pereda nyeri dan disuruh pulang. Antra bingung dan panik. Trnyata dokter ortho tdk bs memangani mlm itu. Esok harinya sy disuruh kembali ke poli dg membawa rujukan BPJS utk mengantisipasi pembiayaan tindakan2 berikutnya. Nah, yg bs sy ingat perjalanan BPJS sy spti ni.

  1. Datang ke faskes, smpekan pd dokter ttg keluhan kita lalu minta rujukan ke RS yg dr.ortho nya kita pilih. Dokter akan mberi rujukan stlh liat kondisi kita
  2. Bw rujukan ke RS yg dipilih dilengkapi (ftcopi KK, fc ktp, fc krtu BPJS)
  3. Jika diperlukan MRI dokter akan mberi rujukan.
  4. Utk kasus sy, stlh 2x ktmu dokter spesialis diRSUD dokter mberi rujukan ke RSUP dkarenakan peralatan RSUD blm memadai
  5. Bwa rujukan RSUD kw RSUP dg kelengkapan yg sama spt no.2

Ktika di RSUP, smua penanganan gratis ditanggung BPJS. Obat, fisio dan tindakan arthroscopy. Yg tdk dicover adl alat bantu gerak spti kruk, walker dan brace. Dan *whaslap* kt temen2 ๐Ÿ˜‚ tp sy dpt kmren. Ouh ya, krn dokter di faskes adl dokter umum suami sy smpt kesulitan mnyampaikan kondisi sy. Smpe akhirnya dokter nyamperin sy ke mobil utk ngecek kondisi kaki sy. Baru deh beliau kasih rujukan ke RS. Sy mmg memutuskan ga masuk ke klinik faskes krn sakitnya aampuuun.. Mkin yg perlu dipersiapkna temen2 adl kesabaran. Hehee krn pasien BPJS yg sngt banyak, berbagai pelayanan mengharuskan kita antri. Misal utk MRI aja sy antri lbh dr 1minggu. Lalu jadwal dokter yg hnya 2x praktek dlm sminggu. Tp tetap semangat, in syaa Alloh BPJS bs membantu meringankan beban pembiayaan kita. Jd kita fokus aja utk sembuh, tdk terlalu terforsir pembiayaan. Oke panjang bgt curhat nya. Kl da yg kurang2 temen2 lain mkin bs menambhakan pengalaman nya ato bs ditanyakan ke sy jg. Mksih mas putu.. smga bermanfaat utk temen2. Semangat dan salam lutut sehat

 

Demikian kira-kira gambaran, teman2 jika mempunyai masalah dengan lutut. Saran gw adalah, ketika mempunyai masalah dengan lutut hal yang pertama dilakukan adalah kenali dulu rasanaya, untuk ACL biasanya akan terasa perih, dan cidera terjadi karena terplintirnya lutut (twisting) disertai atau dirasakan dengan bunyi krek, krek, krek ( 3 kali, pengalaman gw) kemudian lutut akan bengkak karena cairan di meniscus. Kompres dengan es, dan plis jangan terburu-buru untuk di urut, karena bisa jadi memperparah. Pergilah ke dokter orthopedi, minta rujukan untuk MRI dan setelah hasil MRI keluar berkonsultasilah dengan dokter spesialis orthopedi dan setelah itu baru putuskan pakah operasi atau tidak.

Ada beberapa dokter yang fasih dengan cidera ini sepert dr. andre pontoh, dr. sapto, dr. febry dan lainnya.

 

 

10 Bulan Pasca Operasi ACL ~ Getting Better Than Before

Ini cerita 10 bulan setelah operasi ACL dan setelah 10 bulan yang panjang ini gw merasa semakin baik walaupun belum sebaik sebelum cidera hehee…, at least hobby yang gw sering lakukan sebelum cidera bisa gw lakukan seperti biasa sekarang seperti futsal, sepakbola, naik gunung (ini akan gw tulis perjalanan gw ke Annapurna Base Camp) dan jogging. Pasti akan banyak pertanyaan tentang bagaimana operasi, dan latihan hingga 10 bulan ini. Untuk operasi ACL sendiri temen-temen bisa baca di tulisan gw sebelumnya (ย http://wp.me/p2YJ5y-b2ย ), dan yang paling “berat” adalah pasca operasi ACL, karena setiap orang akan memiliki semangat yang berbeda dalam pemulihan pasca operasi, selain itu tiap orang akan berbeda dalam menaikan masa otot pahanya tergantung dari apakah dia seorang atlet profesional, apakah olahragawan yang bukan profesional, dan menurut gw itu akan memberikan waktu “Pemulihan” yang berbeda-beda.

Namun pertanyaannya, selain latihan hal yang akan membuat kita kembali untuk high impact adalah motivasi dalam diri kita sendiri, gw ingat saat dimana ACL gw putus, suara pop (krek) tiga kali di lutut kiri itu masih bisa dirasakan dan 1.5 bulan masa-masa sebelum operasi adalah masa paling berat, dimana gw harus berjalan pakai dua penopang agar bisa tetap jalan ke kantor, dimana lutut kiri gw membesar karena kemungkinan cairan yang keluar dari meniscus saat dia sobek akibat twisting. Itulah saat dimana gw bertekad untuk kembali lagi seperti semula dan cidera ini adalah awal untuk lebih baik lagi, malah bukan sebaliknya cidera and we’re over. Nope. We have to fight!!!

Latihan yang gw lakukan di awal-awal cidera adalah pumping lutut, dengan meluruskan kaki kiri dan menarik bagian ujung kaki dengan kain dan mengendorkannya, kemudian latihan untuk menekuk lutut (ini yang butuh proses, kira2 hingga 2-3 bulan tergantung dari latiannya). Bulan ke 4-5 mulai latihan beban untuk mengembalikan besar paha yang hilang (kempes) akibat dua graft yang di ambil di bagian paha, proses inilah yang paling berat menurut gw, karena yang harus kita lakukan adalaah latian terus per 12 jam untuk membentuk masa otot, jadi bisa latian pagi 4 set dengan 10 kali, kemudian di lanjutkan sore hari, begitu terus hingga besar. Setelah itu latian sepeda statis, kenapa? untuk membiasakan lutut bergerak lagi, mau jogging? untuk tahap awal, jika ada kolam renang lebih baik latian jalan ditempat di kolam renang karena lutut bisa menahan beban tubuh kita lebih ringan di dalam air dan coba lari di dalam kolam. Setelah itu jika mau jogging, cobalah dahulu di treadmill, karena treadmill lebih aman selain bagian bawah treadmill tidak keras (dibandingkan lari di lapangan atau aspal) juga baik untuk lutut. Di bulan ke 6 gw uda mencoba main futsal (karena kaki gatel hehe) namun masih pelan-pelan, kemudian naik gunung Gede di Jawa Barat, dan dari situlah mulai terus melanjutkan hobby seperti biasa.

Salah satu link bacaan yang sangat membantu dalam proses menentukan gw operasi atau tidak adalah salah satu forum tentang cidera lutut di kaskus (ย https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000014791494/penderita-cidera-lutut-acl-pcl-dsb-masuk-sini/150ย ), dari beberapa postingan sungguh membantu, namun karena ada kendala waktu untuk melihat thread di kaskus, gw putuskan untuk membuat group Whatsapp untuk penderita cidera lutut dengan tujuan mempermudah komunikasi teman-teman penderita cidera lutut. Sekian sharing pengalaman 10 bulan ini setelah operasi, semoga dapat membantu temen-temen semua untuk kembali :D, salam lutut sehat.

Sharing Session di Institut Teknologi Medan (ITM)

Pagi rintik kecil di kota Medan 27 Februari 2017, hari dimana kali pertama berkunjung ke Institut Teknologi Medan (ITM) dan juga kali pertama menginjakkan di tanah Batak ini. Kota yang panas dengan makananya yang tak henti membuat kita tambah dan tambah lagi (Babi Panggang Karo). Dapot seorang mahasiswa angkatan 2014 pagi itu menjemput dan dia menjadi pemandu gw selama di Medan, dari menjemput di bandara Kualanamu hingga sampai di Medan. Acara sharing session di ITM ini gw beri tema tentang “Introducing Fault Seal Analysis” atau bahasa kerennya “Pengenalan Analisis Sekatan Sesar”.

Menuju kampus ITM yang terletak di jantung kota Medan bak melawan kemacetan pagi itu yang tak ubahnya Jakarta di pagi hari sibuk yang macetnya membuat kita hampir gila. Suara klakson mobil, motor, betor mengaum di udara beserta asap-asap yang dengan mudahnya menyelinap ke sela-sela bulu hidung ini. Suara hardikan samar terdengar di lampu merah pagi itu. Kurang lebih 20 menit Dapot meliuk di jalanan menuju kampus ITM dan akhirnya sampai dengan menahan perut yang “perih” menahan ritual pagi.

Medan tak ubahnya seperti Jakarta untuk urusan macet jalannya.

Medan tak ubahnya seperti Jakarta untuk urusan macet jalannya.

Sampai di ITM dimana bangunan bertingkat berbaur anak SMA dan Mahasiswa (karena ITM berada pada yayasan yang sama dengan SMA itu), beberapa mahasiswa geologi dengan ciri khasnya dengan jaket kebanggaanya (jaket himpunan) berwarna oranye, rambut gondrong, muka agak sangar tanpa perawatan, dan beberapa mahasiswi geologi datang menyapa. Selamat datang Pak/Bang di ITM dengan melempar senyumnya. Gw merasakan kehangatan mahasiswa/i disini rasa kekeluargaan yang erat antar mahasiswanya. Acara seminar akan dilangsungkan di gedung itu bang, di lantai empat, seru seorang mahasiswa. Damn… *dalam hati gw bergumam, lutut gw kuat kan naik ke lantai empat hahaha…

Pemandangan dari lantai 4 gedung kuliah ITM.  Lutut gw berasa :D

Pemandangan dari lantai 4 gedung kuliah ITM. Lutut gw berasa ๐Ÿ˜€

Satu persatu mahasiwa berdatangan, hingga kurang lebih 50 orang mahasiswa hadi di dalam kelas. Hemm… sedikit nervous untuk mengawali presentasi pagi ini, karena presentasi sendiri gw siapkan malam hari kemarinnya, dan mudah-mudahan tidak mengecewakan.

Sharing Session Fault Seal Analysis

Sharing Session Fault Seal Analysis

Sharing session mengenai Fault Seal Analysis ini gw bagi menjadi empat series, yaitu pertama mengenai Seals mencakup membrane seals, kemudian tentang Juxtaposition, Fault Mechanism, Fault Stress dan terakhir adalah studi kasus aplikasi Fault Seal Analysis di industri oil and gas. Jalan dari presentasi cukup lancar dan diskusi berjalan dengan baik. Dan ternyata mahasiswa yang hadir bervariasi dari Semester 1 hingga Semester 6 yang artinya ada mahasiswa yang belum mendapatkan kuliah Geologi Struktur dan mahasiswa yang telah mendapatkan mata kuliah Geologi Struktur. Dan semoga dari 100% materi yang gw presentasikan, minimal 50% bisa diterima :D, karena Fault Seal sendiri jarang didapatkan di bangku kuliah.

Akhir dari acara ini adalah photo session dan pemberian cinderamata berupa kain ulos..yeayyy.. thanks mate.. Terima kasih atas undangannya dan sempai bertemu di lain waktu dan kesempatan.

Salam Toba .. viva la Toba ๐Ÿ˜€

 

*Terima kasih gw ucapkan untuk Dapot Nainggolan, Alwin (Rolas) Nainggolan yang telah mengantar jalan-jalan malamnya di Medan, untuk tongkrongan di mie aceh nya, dan teman-teman di ITM.

 

Thanks to Dapot  Nainggolan

Thanks to Dapot Nainggolan

 

 

 

7 Months Post ACL Surgery

Hai balik lagi di blog gw ๐Ÿ˜€ dan sedikit sumringah hari ini karena abis maen bola (lapangan besar), hal yang lama ga gw lakukan sejak ACL gw putus. Oya, tepat kemarin 7 Januari 2017 ACL baru gw berumur 7 bulan dan banyak peningkatan dari recovery selama ini. Gw ingin share beberapa hal yang gw lakukan selama proses recovery ini hingga bulan ke 7, semoga temen-temen yang sedang berjuang dengan cidera ACL tetap semangat, karena gw paham proses recovery ini memerlukan mental yang kuat, jika tidak kita akan kesusahan untuk melakukannya.

My ACL progress

My ACL progress

Untuk awal bulan setalah operasi ACL gw tulis di blog gw juga, silahkan di baca di link iniย https://wijayaryputu.wordpress.com/2016/07/01/rehabilitasi-acl-1/

Kemudian untuk bulan ke 5 hingga ke 7, latian yang gw lakukan adalah jogging, memperkuat quadriceps. Nah yang terakhir ini yang terpenting selain jogging atau berlari. Dimana, setelah pasca operasi, paha kita yang cidera dimana di ambil ototnya akan mengecil yang berbeda besarnya dengan yang normal. Oleh karena itu saran dari dokter sport injury gw adalah membuat paha di lutut gw yang cidera (lutut kiri) agar sama besarnya dengan yang kanan. Untuk membersarkannya, di bulan ke lima gw menemukan caranya, setelah membaca di beberapa website dan youtube, hal terbaik dan tercepat untuk membersarkan quadriceps, hamstring adalah dengan melakukan leg press dan squat. Yang biasa gw lakukan adala Leg press dimulai dengan beban kecil (pertama kali melakukan leg press) hingga beban yang sekarang (45 kg). Untuk leg press, biasanya dilakukan dengan dua kaki, namun gw melakukannya dengan satu kaki dimulai dari yang kiri kemudian dilanjutkan dengan yang kanan, masing-masing 10 kali dengan 4 set.

Leg Press

Leg Press

Kemudian yang kedua adalah squat, ini juga membantu untuk membesarkan quadriceph kita, sema seperti leg press, disini gw 4 set dengan 10 kali repetisi. Hampir dua bulan gw melakukan ini dan paha gw sekarang sudah sama besarnya. Kenapa perlu dibesarkan? karena dengan quadriceps dan hamstring yang sama atau kuat maka akan membantu menjaga ACL kita. Oleh karena itu kenapa pemain bola tidak pernah melewatkan “Legs Day”, karena itu menurut saya sangat penting. Dan juga, jangan lupa untuk pemanasan sebelum melakukan aktivitas baik itu jogging, main bola atau apapun.

Squat

Squat

 

Hingga bulan ke tujuh, saya sudah bisa latihan futsal lagi seperti biasa, naik gunung gede dan jogging, tetap semangat untuk teman-teman yang sedang di masa pemulihan.

Naik Gunung Gede-Pangrango

Naik Gunung Gede-Pangrango

maen-bola

Sepak bola di GOR Sumantri

 

salam

wijayaryputu

5 Bulan Berlalu (Post ACL Reconstruction)


Ada harapan ketika kandas.

Telat lima bulan sudah semenjak operasi besar pertama kali dalam hidup gw itu. Sore di tanggal 7 Juni 2016 ketika lampu-lampu kamar operasi, monitor, kabel-kabel dan suara Jazon Mraz mengantar hibernasi selama beberapa jam. Tepat lima bulan juga lutut kaki bagian kiri menyokong berat badan ini dengan upaya ekstra. 

Tak ada perayaan di lima bulan ini, perayaan terindah saat ini adalah ketika dokter mengijinkan untuk mulai berlari kecil. Terbayang masih diingatan pertama kali memakai kembali sepatu lari dan melirik sepatu futsal di sebelahnya. Lutut terasa bersemangat untuk kembali merasakan aspal, namun terkadang terbesit tak selaras nya kaki dengan truma cidera kemarin. Memang lutut sekarang masih tebal rasanya karena masih terpengaruh anestesi. 

Hingga bulan ke lima pasca operasi hal yang dilatih oleh dokter carmen adalah penguatan otot paha. Bulan pertama latian angkat paha (liat tulisan sebelumnya), bulan kedua masih sama di tambah dengan beban, bulan ke tiga berdiri satu kaki dengan memejamkan mata kemudian bulan ke empat masih untuk besarkan paha, namun dokter sudah membolehkan untuk melakukan jogging, melatih gerakan dinamis dengan menggunakan Agility Ladder. Semangat terkadang mulai menurun di bulan ke dua atau ke tiga, wajar sih karena melihat hamstring yang membesarnya pelan sekali. Dengan datang kelapangan bola, tempat futsal memotivasi untuk segera bisa sembuh kembali. 

Beberapa kali menonton video di youtube untuk melihat variasi latihan pasca operasi ACL. Salah satu yang menginspirasi adalah video dari Thiago Alcantara dan Rafinha, kakak beradik yang mempunyai jenis cidera hampir sama. 

Untuk temen-temen yang cidera ACL baik yang sudah di operasi, akan operasi atau memutuskan tidak operasi, bersemangatlah karena ini bukan akhir, tapi baru saja dimulai. ACL baru dari hamstring ๐Ÿ˜Š ada dua lagi. Untuk yang belum pernag cidera lutut, pemanasan yang baik sebelum latihan ataupun pertandingan dan jika merasa kena cidera di lutut saran untuk berpikir dua kali di bawa ke tukang urut, kasian ligamen nya ketika kena partial ACL tear kalo di bawa ke tukang urut yang tidak paham malah totaly ruptured (jangan sampe kejadian ya). 

Salam 

Wijayaryputu

Rehabilitasi ACL (1)

Hai balik lagi nih, gw mau laporan ahaha… Gw mau sharing perkembangan pasca operasi rekonstruksi ACL gw tanggal 7 Juni 2016 kemarin. Hari ini (1 Juli 2016) hampir 1 bulan setelah operasi ACL, lutut gw baru bisa nekuk 110 derajat, terkadang masi terasa nyeri pada lutut. 

Runtutan pasca operasi ACL itu adalah konsultasi dokter dan fisiotheraphy. Di RSPI sendiri untuk fisiotheraphy dengan dr. Carmen yang merupakan specialist sport injury. 

Sore ini Jakarta terlihat lengang, hingga debu dan polusi pun enggan muncul sepanjang toll jorr menuju RSPI. Mbak Karen seperti biasa menunggu di pendaftaran dan tampaknya ia mulai hafal dengan pasien satu ini (gw). Hai ka  Putu gimana lututnya? Sapanya dengan ramah, biasa aja mbak udah mulai lancar jalan tapi agak nyeri aja kadang kadang. Oya, dr.Carmen sudah ada, tunggu bentar ya ka, kita tensi dulu. Masuk ruangan ukur tensi hasilnya 120/70, dan gw nolak untuk timbang berat badan hahaha…. (Ga usah di timbang mbak, saya udah tau kok berat saya berapa hahaha).

Masuk ke ruangan dr. Carmen, ruangan cukup luas, sekitar 7 x 7 m mungkin, dengan peralatan olahraga seperti sepeda statis, trampolin, treadmill dll. Dr. Carmen ini ternyta wanita toh, gw pikir bapak-bapak. Ia sangat ramah, menanyakan asal, progress lutut dll. Dan hari ini pertama kali gw fisiotheraphy setelah opersi kemarin. 

Nah, yang pertama dilakukan adalah mengukur lingkar paha gw antara kanan kiri, hasilnya paha kiri bagian bawah lebih kecil 1.2 cm dan atas 1.75 cm (kaya KFC). Jadi, kata dr. Carmen target gw adalah latian agar besar lutut kiri dan kanan itu sama, dan setelah itu boleh untuk jogging (yeeeaaaahhh….)

Latian untuk ‘besarin paha’ ini sendiri ada beberapa jenis, kurang lebih ada lima. Pertama adalah pumping, quadriceps, straight leg, side lying leg lift, prone hip dan stretching lutut. Dan harus rutin yah Putu, biar cepet kembali ukuran pahanya. 


Udah mulai sore dan ternyata lengangnya tol jorr sore tadi hanya halusinasi karena di sudirman macet nya ampun haha.. Demikian sharing fisioterapi lutut gw bagian pertama, ikuti dan saksikan terus update nya, hahaha uda kek nonton VLOG haha…

See yah